Kategori

  • No categories

Arsip

Rendahnya Kalsium dalam Diet Memicu Terbentuknya Batu pada Saluran Kemih

Penyakit batu pada saluran kemih merupakan penyakit yang seringkali ditemukan oleh seorang dokter dalam praktek sehari-hari. Penyakit ini dapat disebabkan oleh banyak faktor. Secara garis besar faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya batu pada saluran kemih dibedakan menjadi 2 bagian yaitu  faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal meliputi usia, jenis kelamin, dan genetik. Kejadian (insiden) tertinggi  batu pada saluran kemih adalah pada usia 20 – 50 tahun. Laki-laki mempunyai risiko 3 kali lebih tinggi daripada perempuan untuk terkena penyakit batu saluran kemih. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh tingginya produksi oksalat di dalam hati yang dirangsang oleh hormon testosteron pada laki-laki yang dapat menjadi faktor predisposisi terbentuknya batu kalsium oxalat. Lain halnya dengan wanita yang memiliki konsentrasi sitrat yang lebih tinggi dalam tubuhnya. Sitrat merupakan penghambat (inhibitor) terbentuknya batu kalsium oksalat. Sebanyak 25% penderita batu ginjal melaporkan riwayat penyakit batu dalam keluarganya. Penyakit “familial renal tubular acidosis”  merupakan faktor yang risiko terbentuknya batu kalsium fosfat.

Faktor eksternal terdiri dari faktor geografis ataupun iklim/cuaca, asupan cairan, diet dalam makanan, dan pekerjaan. Insiden batu pada saluran kemih pada umumnya lebih tinggi di negara-negara yang beriklim tropis. Hidrasi yang kurang akibat kurangnya asupan cairan (< 1200 ml/hari) dapat mempermudah terbentuknya batu pada saluran kemih. Tingginya protein hewan dalam makanan juga dapat memicu terbentuknya batu pada saluran kemih akibat meningkatnya kalsium dalam urin, rendahnya keasaman urin, tingginya asam urat dalam urin dan rendahnya sitrat dalam urin yang keseluruhannya dapat mempermudah terjadinya batu pada saluran kemih. Orang yang pekerjaannya tidak membutuhkan banyak gerak lebih mudah untuk terkena penyakit batu pada saluran kemih.

Pada awalnya banyak yang beranggapan bahwa tingginya kalsium dalam diet sehari-hari dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu kalsium oksalat dalam saluran kemih. Hasil penelitian di Harvard Medical School menunjukkan bahwa konsumsi kalsium dalam makanan berbanding terbalik dengan  risiko terbentuknya batu baik laki-laki maupun perempuan. Jika konsumsi kalsium tinggi dalam  diet risiko terbentuknya batu pada saluran kemih lebih kecil dibandingkan dengan pola konsumsi rendah kalsium dalam diet yang justru meningkatkan risiko terbentuknya batu pada saluran kemih.